Tidak Terbatas pada Membentuk Karakter, Pramuka Didorong Ikut Berkontribusi Mengembangkan Potensi Daerah
POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Gerakan Pramuka memiliki peran lebih luas daripada sekadar membentuk kedisiplinan dan karakter generasi muda. Di tengah tantangan pembangunan yang semakin beragam, anggota Pramuka diharapkan mampu tumbuh menjadi generasi kreatif, terampil, dan mandiri, sekaligus ikut berkontribusi dalam mendukung ketahanan pangan dan mengembangkan potensi daerah.
Pesan tersebut
mengemuka dalam Apel Besar Hari Pramuka ke-65 Kwartir Cabang Gerakan Pramuka
Berau yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Berau, Senin (26/10/2026).
Ketua Majelis
Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Berau, Sri Juniarsih Mas, bertindak
sebagai pembina upacara. Dalam kesempatan itu, ia membacakan amanat Ketua
Kwartir Nasional Gerakan Pramuka yang menekankan pentingnya menyiapkan generasi
muda yang kreatif, inovatif, terampil, dan mandiri untuk mendukung terwujudnya
swasembada pangan.
“Amanat ini kami
sampaikan membawa pesan bahwa generasi muda perlu memiliki kepedulian terhadap
sektor-sektor yang berperan penting dalam kehidupan masyarakat. Pertanian,
perikanan, dan perkebunan menjadi bidang yang diharapkan semakin menarik
perhatian anggota Pramuka, sehingga mereka dapat mengenali potensi di
sekitarnya dan mengambil bagian dalam pengembangannya,” ujar Sri Juniarsih Mas.
Tidak hanya itu tambahnya, pemanfaatan
teknologi tepat guna sesuai karakteristik daerah juga menjadi perhatian. Dengan
kreativitas dan keterampilan yang dimiliki, generasi muda diharapkan mampu
memanfaatkan sumber daya alam secara optimal serta mendukung upaya pembangunan
yang berkelanjutan.
“Bagi Kabupaten
Berau, pesan tersebut memiliki relevansi dengan besarnya potensi daerah yang
perlu terus dikembangkan. Selain sektor pertanian, perikanan, dan perkebunan,
Berau juga memiliki potensi pariwisata yang menjadi salah satu andalan daerah,”
terangnya.
Namun disadari
,potensi tersebut membutuhkan dukungan sumber daya manusia yang berkualitas.
Generasi muda tidak cukup hanya memiliki semangat, tetapi juga perlu dibekali
kemampuan, kreativitas, dan kemandirian agar dapat beradaptasi dengan
perkembangan zaman serta melihat peluang di lingkungan sekitarnya.
“Dalam konteks inilah
Gerakan Pramuka memiliki ruang untuk berkontribusi. Pembinaan melalui kegiatan
kepramukaan dapat menjadi sarana menanamkan kedisiplinan, tanggung jawab, kerja
sama, dan kepedulian sosial. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi bekal bagi
generasi muda untuk berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya lagi.
Gerakan Pramuka juga
diharapkan mampu mendukung penyiapan generasi emas Indonesia. Para peserta
didik perlu tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter dan berintegritas,
sekaligus memiliki keterampilan untuk menghadapi tantangan masa depan.
Semangat membangun
generasi yang terampil dan mandiri itu turut terlihat dalam rangkaian Apel
Besar Hari Pramuka ke-65 di Kabupaten Berau. Sejumlah penampilan yang
mengedepankan keterampilan, kedisiplinan, dan kekompakan menjadi bagian dari
kegiatan tersebut.
Saka Bakti Husada
Ranting Biatan menampilkan peragaan pertolongan pertama pada gawat darurat
(PPGD) dan senam cuci tangan. Kegiatan ini memperkenalkan keterampilan dasar
pertolongan pertama sekaligus mengingatkan peserta mengenai pentingnya menjaga
kebersihan dan menerapkan pola hidup sehat.
Peragaan tersebut
menunjukkan bahwa kegiatan kepramukaan juga dapat menjadi sarana untuk
mempelajari kemampuan praktis yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.
Pengetahuan mengenai pertolongan pertama dan kebersihan diri menjadi bagian
dari pembentukan kepedulian terhadap keselamatan serta kesehatan sesama.
Sementara itu,
anggota Pramuka Penggalang menampilkan kolone tongkat yang melibatkan
perwakilan SMP Negeri 1, SMP Negeri 2, SMP Negeri 3, SMP Negeri 4, dan SMP
Negeri 5 Tanjung Redeb, serta SMP Negeri 1 Pulau Derawan. Dengan gerakan yang
dinamis dan formasi teratur, para peserta memperlihatkan kekompakan dalam
menjalankan setiap rangkaian gerakan. Penampilan tersebut tidak hanya
menunjukkan keterampilan teknis kepramukaan, tetapi juga mencerminkan
pentingnya disiplin, ketangkasan, konsentrasi, dan kerja sama.
Kekompakan dalam
kolone tongkat menjadi gambaran bahwa keberhasilan suatu kegiatan membutuhkan
koordinasi dan tanggung jawab setiap anggota. Nilai tersebut sejalan dengan
semangat kepramukaan yang menekankan kebersamaan dan persaudaraan.
Rangkaian kegiatan
kemudian ditutup dengan senam bersama yang diikuti peserta dan undangan. Selain
menjadi bagian dari peringatan Hari Pramuka, kegiatan tersebut turut mempererat
kebersamaan di antara anggota Gerakan Pramuka di Kabupaten Berau.
Peringatan Hari Pramuka ke-65 pun menjadi momentum untuk menegaskan kembali pentingnya peran pendidikan kepramukaan dalam menyiapkan generasi muda. Tantangannya bukan hanya membentuk pribadi yang disiplin dan berkarakter, tetapi juga menumbuhkan keterampilan, kreativitas, serta kemandirian yang dapat diterapkan dalam kehidupan nyata.
Dengan bekal
tersebut, anggota Pramuka diharapkan mampu mengambil bagian dalam menjawab
tantangan pembangunan, mulai dari mendukung ketahanan pangan hingga
mengembangkan potensi lokal. Bagi Kabupaten Berau, keterlibatan generasi muda
yang berkualitas menjadi salah satu modal penting dalam mengoptimalkan potensi
Bumi Batiwakkal untuk masa depan. (sep/FN)